BI Siapkan Lima Kebijakan Tahun 2013

https://i0.wp.com/images.hukumonline.com/frontend/lt50eee8a01f334/lt50eeef4e12346.jpg

Gubernur BI Darmin Nasution, Foto: Sgp

Tahun 2012 menjadi catatan penting bagi Bank Indonesia. Pada akhir tahun itu, rata-rata nilai tukar rupiah berada pada posisi Rp9.638 atau mengalami depresiasi sebesar 6,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp8.799.

Gubernur BI Darmin Nasution mengatakan, memburuknya nilai tukar rupiah pada triwulan II dan III tahun 2012 disebabkan memburuknya kondisi perekonomian global, khususnya di wilayah Eropa yang berdampak pada penurunan arus masuk portofolio asing ke Indonesia.

Dari sisi domestik, tekanan Rupiah berasal dari tingginya permintaan valas untuk keperluan impor di tengah perlambatan kinerja ekspor. Nilai rupiah kembali bergerak stabil pada triwulan IV tahun 2012 seiring dengan peningkatan arus masuk modal asing yang cukup besar, baik dalam bentuk arus masuk modal portofolio maupun investasi langsung.

“Ke depan, BI akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sesuai dengan kondisi fundamental perekonomian,” kata Darmin saat konferensi pers di BI Jakarta, Kamis (10/1).

Melemahnya nilai Rupiah sepanjang 2012 menjadi perhatian BI. Buktinya, BI berencana mengeluarkan lima kebijakan penting di tahun ini. Lima kebijakan tersebut diarahkan untuk mengelola permintaan domestik agar sejalan dengan upaya untuk menjaga keseimbangan eksternal.

Lima pilar kebijakan tersebut adalah; Pertama, kebijakan suku bunga akan ditempuh secara konsisten dengan prakiraan inflasi ke depan agar tetap terjaga dalam kisaran target yang ditetapkan. Kedua, kebijakan nilai tukar akan diarahkan untuk menjaga pergerakan Rupiah sesuai dengan kondisi fundamental.

Ketiga, kebijakan makroprudensial diarahkan untuk menjaga kestabilan sistem keuangan dan mendukung terjaganya keseimbangan internal maupun eksternal. Keempat, penguatan strategi komunikasi kebijakan untuk mengelola ekspektasi inflasi.

Kelima, penguatan koordinasi BI dan pemerintah dalam mendukung pengelolaan ekonomi makro, khususnya dalam memperkuat struktur perekonomian, memperluas sumber pembiayaan ekonomi, penguatan respons sisi penawaran serta pemantapan Protokol Manajemen Krisis (PMK).

Selain lima hal diatas, Darmin mengatakan BI juga akan memperkuat bauran kebijakan moneter dan makroprudensial untuk mengelola permintaan domestik agar sejalan dengan upaya menjaga keseimbangan eksternal, mencapai sasaran inflasi dan kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional.

Pengamat Ekonomi Fauzi Ichsan berpendapat, upaya BI menguatkan nilai tukar Rupiah pada 2013 merupakan tindakan yang tepat. Pasalnya, jika BI tidak agresif untuk memperkuat nilai tukar Rupiah, dapat dipastikan nilai tukar Rupiah terhadap dollar akan melemah ke angka Rp10ribu.

“Kalau BI tidak agresif, dipastikan nilai tukar Rupiah terhadap Dollar akan melemah ke angka Rp10ribu,” kata Fauzi.

Bahkan, sambung Fauzi, untuk memperkuat nilai tukar Rupiah, BI harus melakukan intervensi terhadap valas. Hal tersebut penting dilakukan untuk menjaga nilai tukar Rupiah. Intervensi terhadap valas bisa dilakukan dengan menggunakan cadangan devisa negara yang cukup besar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s