Inilah Perubahan Car Free Day Tahun 2013


Foto dok.

Kamis, 17 Januari 2013 17:44:02 WIB
Reporter : Arif Fajar Ardianto

Surabaya (beritajatim.com) – Pemerintah Kota Surabaya melalui Badan Lingkungan Hidup (BLH) tetap akan melaksanakan kegiatan Hari Tanpa Kendaraan Bermotor atau Car Free Day (CFD) secara konsisten. Hal tersebut ditegaskan Sekretaris BLH Anton Tarayuda, Kamis (17/01/2013).

Sepanjang tahun 2013, CFD dijadwalkan digelar di tiga ruas jalan. Anton menjelaskan, yang pertama yakni di Jl. Raya Darmo mulai pertigaan Masjid Al-Falah sampai dengan perempatan Jl. Raya Darmo – Jl. Dr. Soetomo. Pelaksanaanya setiap Minggu mulai pukul 06.00-09.30 WIB.

Kemudian untuk ruas Jl. Tunjungan ada sedikit perubahan, yang semula hanya dilaksanakan setiap Minggu pertama dan kedua, kini menjadi setiap Minggu, mulai pukul 06.00-09.00 WIB. Lokasinya mulai dari perempatan Jl. Praban sampai persimpangan Hotel Inna Simpang.

Pergeseran juga terjadi di CFD ruas Jl. Kertajaya. Tahun lalu, yang masuk zona steril kendaraan bermotor mulai Viaduk Kertajaya sampai perempatan Jl. Menur. Untuk tahun ini, digeser ke perempatan Jl. Dharmawangsa hingga perempatan Jl. Menur. Intensitasnya pun ditambah, yang mulanya hanya Minggu ketiga saja, kini dilaksanakan setiap Minggu ketiga dan keempat, mulai pukul 06.00-09.00 WIB.

Anton mengatakan, dilihat dari evaluasi selama tahun 2012, respon masyarakat terhadap CFD ini cukup bagus. Banyak warga yang mendukung penyelenggaraan CFD.

“Buktinya banyak masukan dari masyarakat kepada kami yang ingin melaksanakan beragam kegiatan dalam CFD, seperti donor darah, lomba, serta promosi,” ungkapnya ketika ditemui di kantornya.

Kendati demikian, Anton mengaku tidak serta merta memberikan izin. Pihaknya akan mengatur segala kegiatan yang diusulkan namun yang pasti tidak boleh mengganggu jalannya CFD, atau lebih tepatnya tidak boleh berada di ruas jalan yang digunakan CFD.

“Kalau mengambil lokasi di atas lahan milik orang, katakanlah seperti lahan parkir yang kebetulan berada di zona CFD, ya silahkan. Itu pun harus seizin yang punya lahan. Yang pasti tidak boleh di ruas jalan,” ujarnya.

Pada dasarnya, lanjut Anton, CFD merupakan bentuk upaya pemkot untuk meningkatkan kepedulian warga kota dalam mengurangi emisi gas buang. Diharapkan, dengan begitu kualitas udara bisa sesuai baku mutu.

“Jika kualitas udara baik, efeknya taraf kesehatan akan meningkat,” pungkasnya. [rif/but]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s